YAKESTI GROUP

Just another Blogdetik.com weblog

Kontrasepsi Suntik Pria Relatif Tanpa Efek Samping

Alat kontrasepsi bagi pria yang disuntikkan ke bagian tubuh hampir menjadi kenyataan dan relatif tidak menimbulkan efek samping, sementara dua perusahaan obat-obatan Eropa siap memproduksinya.
Para ilmuwan Australia yang tergabung dalam Institut Riset ANZAC di Sydney, menyatakan alat kontrasepsi itu 100 persen efektif, karena telah dicobakan kepada 55 pria setiap tahunnya. Hasilnya, tidak ada seorang istri pun dari mereka hamil.

Penelitian selama lima tahun itu dilakukan dengan menyuntikan hormon dan memasang implant sebagai kontrol kehamilan. Untuk itu, pria yang ingin ikut program keluarga berencana tidak perlu mengkonsumsi pil pencegah kehamilan setiap harinya.
Kontrasepsi bekerja dengan cara menghambat produksi sperma lewat penyuntikan-penyuntikan progestin setiap tiga bulan. Hormon itu juga akan mengurangi dorongan seks pria. Testoteron menjadi implant di bawah kulit pria, dengan begitu libido dapat dikendalikan.

Sesudah periode 12 bulan, para peserta pria akan menghentikan pengobatan untuk memulihkan kesuburan.
Metode ini membuktikan hampir berhasil, setidak-tidaknya bagi seorang anggota kepolisian Sydney, Chris Hains. Istrinya hamil tujuh bulan setelah Hains berhenti mendapat suntikan, dan kini mereka memiliki seorang anak laki-laki berusia empat bulan.
Hains mengatakan, “Istriku Nicole memiliki masalah dengan kontrasepsi yang dipakainya sehingga dokter menyarankan kepadanya agar menghentikan dulu pemakaian pil kontrasepsi itu.”
Profesor David Handelsman yang memimpin penelitian menyatakan, temuan kontrasepsi bagi pria itu sungguh bermakna, utamanya menunjukkan bukti bahwa pria ikut bertanggung jawab dalam program keluarga berencana.

Juru bicara dari Asosiasi Keluarga Berencana, Melissa Dear kepada CNN mengatakan hasil penelitian itu akan membuka jalan bagi penemuan lanjutan yakni kontrasepsi pria berbentuk tablet hormon.
Dokter spesialis kesehatan reproduksi dari Unit Kesehatan Reproduksi di Edinburgh, Richard Anderson kepada BBC menyatakan langkah selanjutnya terpulang pada perusahaan obat-obatan untuk mulai melakukan produksi. Hal itu tidak akan berlangsung lama, paling dalam hitungan beberapa tahun saja.
Sementara dua perusahaan obat-obatan Eropa menyatakan bahwa mereka berharap dapat memproduksi dan memperdagangkan pil kontrasepsi pria. Mereka mengintroduksi sebuah klinik yang melibatkan 350 pria di Eropa.

Dua perusahaan itu masing-masing Germany Schering AG (SCHG.DE) dan Akzo Nobel (AKZO.AS) yang telah menandatangani kerja sama untuk mengembangkan kontrasepsi pria pada akhir November, demikian Reuters menulis. “Kami merasa optimistis bahwa dapat memasarkan produk tersebut kurang lebih dalam lima tahun,” kata juru bicara Schering, Astrid Forster di Berlin. Kedua perusahaan itu telah melakukan percobaan dengan injeksi testoteron yang dimasukkan ke bagian dalam kulit pria setiap tiga atau empat bulan.

Serangkaian studi seputar kontrasepsi pria telah dilakukan antara lain di Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Swedia, Denmark, dan Finlandia.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kontrasepsi pria yang dilakukan dengan diinjeksi nyatanya dinilai 99 persen efektif. Ini merupakan langkah revolusioner di bidang pembatasan kelahiran.
Sebelumnya kontrasepsi pria dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak negatif seperti terganggunya frekwensi hubungan seks dan menimbulkan kelainan kulit.

Demam Tyfoid

Apakah Demam Tyfoid itu?

Demam tyfoid adalah suatu jenis penyakit akut dgn gejala utama demam dan disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Selain Salmonalla Typhi, penyakit ini bisa juga disebabkan oleh bakteri Salmonella paratyphi, yang mengakibatkan gejala sakit yang lebih ringan. Bakteri ini tinggal di dalam air atau makanan dan manusia sebagai pembawanya yang kemudian menyebar ke manusia lain dalam area tersebut.

Angka kejadian Demam Tyfoid  di AS telah menurun sejak awal 1900. Sekarang ini, kurang dari 500 kasus setahun telah dilaporkan di AS pada orang yang baru saja melakukan perjalanan ke daerah endemi. Bandingkan dengan jumlah kasus pada thn 1920 an yang mencapai 35.000 kasus. Perbaikan ini terjadi karena adanya perbaikan sanitasi lingkungan. Mexiko dan Amerika Selatan merupakan tempat yang paling sering menjadi tempat terkenanya demam tyfoid bagi orang Amerika. India, Pakistan dan Mesir juga diketahui sebagai tempat beresiko tinggi terjangkitnya penyakit ini. Di seluruh dunia, tiap tahun, demam tyfoid menjangkiti lebih dari 13 juta orang, dan lebih dari 500.000 orang meninggal karena penyakit ini.

Bagaimana Seseorang Bisa Terjangkiti Penyakit ini?

Tyfoid fever teridap melalui bakteri yang masuk ke dalam saluran pencernaan bersama makanan yang terkontaminasi. Penderita dengan sakit akut dapat mengkontaminasi air di sekitarnya melalui kotorannya yang berisi bakteri dalam konsentrasi tinggi. Air yang terkontaminasi, kemudian dapat mencemari makanan. Sekitar 3%-5% penderita akan menjadi carier (pembawa) dari bakteri ini setelah mengalami sakit. Beberapa penderita hanya mengalami sakit yang sangat ringan dan tidak terdiagnosa. Penderita ini akan menjadi carier dalam jangka waktu lama. Bakteri ini berkembang biak di kantong empedu, saluran empedu atau liver dan beralih ke usus. Bakteri ini dapat bertahan hidup selama berminggu2 di dalam air dan kotoran kering. Orang2 yang menjadi carier kronis bisa tanpa gejala dan dapat menjadi sumber terjangkitnya kembali penyakit ini dalam beberapa tahun kemudian.

Bagaimana Bakteri ini Menyebabkan Penyakit dan Bagaimana Mendiagnosa Penyakit ini?

Setelah masuknya makanan atau air yang terkontaminasi ke dalam saluran pencernaan, bakteri salmonella akan menginvasi usus kecil dan masuk ke dalam aliran darah sementara. Bakteri akan dibawa oleh sel darah putih di hati, limpa dan sumsum tulang. Bakteri salmonela  akan memperbanyak diri di dalam organ2 tersebut dan kemudian kembali masuk ke aliran darah. Bakteri ini kemudian akan menginvasi kandung empedu, sistem empedu dan jaringan limfe usus besar. Di sini bakteri ini akan memperbanyak diri dalam jumlah yang lebih besar. Bakteri ini akan beralih ke saluran usus dan akan bisa terdeteksi untuk mendiagnosa melalui pemeriksaan laboratorium kultur feses. Kultur feses sensitif pada tahap awal dan akhir penyakit ini tetapi sering diperlukan juga kultur darah untuk menegakkan diagnosa.

Apa Saja Gejala Demam Tyfoid?

Masa inkubasi biasanya terjadi 1-2 minggu dan lama penyakit ini antara 4-6 minggu. Pasien mengalami;

  • penurunan nafsu makan
  • sakit kepala
  • nyeri dan sakit menyeluruh
  • demam
  • kelemahan
  • diare

Orang dengan demam tyfoid biasanya mengalami demam terus menerus 39-40 derajat celcius. Sering juga terjadi nyeri atau ketidaknyamanan di perut. Demam akan menetap dan perbaikan akan terjadi setelah minggu ke-3 atau ke-4 jika tidak terjadi komplikasi. Sekitar 10% pasien akan mengalami kambuhan setelah perasaan sembuh 1-2 minggu. Kambuhan lebih sering terjadi pada pasien yang diterapi dengan antibiotik.

Bagaimana Demam Tyfoid Diobati dan Bagaimana Prognosanya?

Demam Tyfoid diobati dengan antibiotik yang dapat membunuh bakteri salmonella. Sebelum digunakan antibiotik, angka kematian mencapai 20%. Kematian terjadi karena infeksi berat, pneumonia (radang paru), perdarahan usus, atau robeknya usus. Dengan antibiotik dan perawatan penunjang, angka kematian menurun menjadi 1%-2%. Dengan antibiotik yang sesuai biasanya terjadi perbaikan dalam 2-3 hari dan penyembuhan dalam 7-10 hari.

Beberapa antibiotik efektif dalam pengobatan demam tyfoid. Chloramphenicol merupakan obat pilihan selama bertahun2. Karena adanya efek samping serius yang jarang terjadi, penggunaan obat ini telah tergantikan oleh obat lainnya yang lebih efektif. Pemilihan antibiotik harus disesuaikan dengan di daerah mana bakteri tersebut didapatkan dan hasil dari pemeriksaan laboratorium kultur segera setelah diperoleh (beberapa strain khusus dr Amerika Selatan menunjukkan adanya resistensi thd bbrp antibiotik tertentu). Jika terjadi kambuh, pasien diterapi kembali dengan antibiotik.

Status carier yang terjadi pada sekitar 3%-5% pasien dapat diterapi dengan antibiotik yang diperpanjang. Sering, pengangkatan kandung empedu, yang mrp tempat infeksi kronis, dapat menyembuhkan status carier.

Untuk mereka yang akan melakukan perjalanan ke daerah endemi, sekarang ini telah ada vaksinnya.

Sekilas tentang Demam Tyfoid

  • Demam tyfoid disebabkan oleh bakteri salmonella typhi
  • Demam tyfoid teridap karena masuknya makanan atau minuman yang terkontaminasi ke dalam saluran pencernaan
  • Diagnosa demam tyfoid diperoleh bila terdapat salmonella typhi di dalam pemeriksaan laboratorium kultur feses
  • Demam tyfoid diterapi dengan antibiotik
  • Gejala demam tyfoid adalah kurang nafsu makan, sakit kepala, demam, nyeri menyeluruh dan kelemahan.
  • sekitar 3%-5% pasien menjadi carier setelah sakit.

Translated from medicinenet.com by dr. Widiantopanca

Demam Berdarah

Apakah Demam Berdarah itu?

Demam Dengue/dengue fever (DF) adalah sejenis penyakit yang disebabkan oleh virus yang dibawa oleh nyamuk. Penyakit ini mrp penyakit akut yang muncul tiba2 yang biasanya ditandai dg gejala sakit kepala, demam, perasaan letih, nyeri sendi dan otot, dan bintik2 merah pada kulit. Adanya 3 gejala (dengue triad) adalah karakteristik dari penyakit ini, yaitu: sakit kepala, panas dan bintik2 merah pada kulit.

Demam berdarah (DBD)/Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)  adalah bentuk demam dengue yang lebih berat. Manifestasinya adalah, sakit kepala, demam, bintik2 merah pada kulit dan kejadian perdarahan. Bentuk perdarahannya bisa berupa petechiae (bercak merah atau ungu pada kulit), perdarahan dari hidung dan gusi, tinja berwarna hitam, dan kulit mudah memar. Bentuk demam dengue ini bisa mengancam hidup dan berakhir fatal

Daerah manakah yang merupakan daerah banyak terjadi demam berdarah?

Demam berdarah byk terjadi di wilayah tropik dan subtropik. Byk terjadi di wilayah Asia tenggara dan cenderung meningkat. Malaysia, Indonesia, Singapura, Vietnam mempunyai prevalensi tinggi thd penyakit ini. Menurut WHO, ada 50 juta kasus dengue fever dan 50.000 kasus dengue hemorrhagic fever yang dirawat di RS setiap tahunnya. Hampir 40% dari penduduk yang tinggal di wilayah endemik.

Bagaimana seseorang bisa terkena dengue?

Virus dengue masuk melalui gigitan sejenis nyamuk yang disebut nyamuk Aedes aegypti yang sebelumnya telah menggigit seseorang yang terinfeksi. Nyamuk ini tumbuh subur selama musim hujan tetapi dapat berkembang biak di pot bunga yang terisi air, tas plastik atau kaleng sepanjang tahun. Satu gigitan nyamuk ini dapat menyebabkan sakit.

Virus ini tidak bisa menular langsung dari manusia ke manusia tetapi harus dari manusia ke nyamuk kemudian ke manusia lain.

Apakah gejala dan tanda dari dengue?

Setelah digigit oleh nyamuk yang membawa virus, masa inkubasi antara 3-15 hari (biasanya 5-8 hari) sebelum gejala dan tanda muncul. Dengue dimulai dengan rasa kedinginan, sakit kepala, nyeri saat menggerakkan mata dan nyeri punggung bagian bawah. Nyeri pada kaki dan sendi terjadi pada jam2 pertama sakit. Suhu tubuh naik dengan cepat sampai 40° C dengan penurunan denyut jantung relatif dan penurunan tekanan darah. Mata menjadi lebih merah dan kelenjar limfe di leher kadang2 membengkak. Demam dan gejala lain dari dengue terjadi 2-4 hari, kemudian diikuti penurunan suhu yang cepat dan banyak berkeringat. Periode penurunan suhu dan perasaan membaik terjadi sekitar 1 hari kemudian diikuti kenaikan suhu yang kedua. Bintik2 merah khas terjadi selama panas dan menyebar dari mulai tangan dan kaki ke seluruh tubuh kecuali wajah. Telapak tangan dan kaki tampak merah cerah dan mkn membengkak.

Bagaimana pengobatan demam dengue?

Karena dengue disebabkan oleh virus, maka tidak ada obat atau antibiotik khusus untuk mengobatinya. Untuk dengue pengobatan hanya dilakukan untuk menghilangkan gejala. Istirahat dan masukan cairan yg cukup sangatlah penting.  Aspirin dan obat2 penghilang rasa nyeri (NSAID) sebaiknya dihindari. Asetaminofen dan kodein dapat diberikan untuk menghilangkan sakit kepala serta nyeri sendi dan otot yang berat.

Apa akibat dari dengue fever?

Dengue fever tidak barakibat kematian. Hanya 1% kasus yang berakibat fatal. Fase akut dari penyakit ini dengan panas dan nyeri otot antara 1-2 minggu. Masa penyembuhan disertai dengan perasaan lemah dan penyembuhan total bisa sampai beberapa minggu.

Apakah Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) itu?

DHF adalah sindrom yang cenderung dialami anak di bawah umur 10 tahun yang ditandai dengan nyeri perut, perdarahan dan syok.   DHF sering juga disebut Dengue Shock Syndrome.

DHF terjadi secara mendadak dg ditandai panas tinggi terus menerus dan sakit kepala. Terdapat gejala pernafasan dan pencernaan berupa nyeri tenggorokan, batuk, mual, muntah dan nyeri perut. Syok terjadi setelah 2-6 hari munculnya gejala, dengan tidak sadar tiba2, dingin, kaki dan tangan lembab (badan sering teraba hangat), nadi lemah dan sekitar mulut kebiruan. Pada DHF terdapat perdarahan dimana mudah terjadi memar, bintik2 atau bercak2 merah pada kulit, muntah darah, darah dalam kotoran, gusi berdarah dan darah dari hidung atau mimisan. Pneumonia (radang paru) dan radang jantung mungkin juga terjadi.

Pasien dengan DHF harus dimonitor secara ketat pada hari2 pertama karena syok dapat terjadi atau sembuh dengan cepat. Pasien dengan kebiruan di sekitar mulut diberikan oksigen. Pasien dengan syok memerlukan penggantian cairan segera. Transfusi darah kadang2 diperlukan untuk mengontrol perdarahan.

Angka kematian dari DHF cukup tinggi, antara 6%-30%. kematian sering terjadi pada anak2. Bayi di bawah satu tahun yang terkena DHF berisiko tinggi mengalami kematian.

Bagaimana Mencegah Dengue?

Masuknya virus kedalam tubuh nyamuk harus diputus. Ini dilakukan dengan cara pasien yang menderita dengue harus di beri jaring anti nyamuk sehingga tidak tergigit oleh nyamuk sampai demam yang kedua hilang dan tidak lagi terinfeksi virus.

Selain itu harus dilakukan pembasmian nyamuk yang membawa virus. Di negara2 yang mengalami wabah dengue, masyarakatnya digalakkan untuk mengosongkan air yang menggenang pada ban2 bekas, kaleng2 bekas dan pot2 bunga. Inisiatif pemerintah untuk menurunkan populasi nyamuk juga dimaksudkan utk mengontrol penyakit ini tapi masih kurang efektif.

Menggunakan celana panjang dan lengan panjang, untuk perlindungan perseorangan, menggunakan spray penolak serangga ketika mengunjungi tempat2 endemi dianjurkan. Membatasi kontak dengan nyamuk dengan menghindari tempat genangan air dan tetap di dalam rumah sekitar 2 jam setelah matahari terbit dan sebelum matahari terbenam akan membantu. Nyamuk Aedes aegypti  menggigit sepanjang hari dengan puncaknya sekitar matahari terbit dan matahari terbenam tetapi dapat manggigit setiap saat pada siang hari dan bisa bersembunyi di dalam rumah atau hunian lainnya terutama daerah urban.

Saat ini belum ada vaksin untuk dengue fever. Sudah ada vaksin dalam eksperimen di klinik tapi terlalu dini untuk disampaikan.

(translated from Medicinenet.com by dr. widiantopanca)

intro

spm_a0106.jpg

YAKESTI GROUP adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pelayanan kesehatan kepada tenaga kerja dan masyarakat umum. sampai saat ini YAKESTI GROUP telah memiliki beberapa klinik 24 jam dan klinik perawatan muka di beberapa lokasi di Bekasi dan Karawang, seluruhnya ada 13 cabang.